IELTS Speaking: 10 Tips untuk Membantu Meningkatkan Skor


IELTS speaking section atau tes berbicara adalah komponen keempat atau terakhir dari tes IELTS. Namun, tidak seperti bagian listening, reading, dan writting, speaking section dapat diselesaikan hingga seminggu sebelum atau setelah mengikuti tes lainnya.

Speaking section berdurasi 11-14 menit dan terdiri dari wawancara lisan antara kamu - pengambil tes - dan penguji. Tes ini dibagi menjadi tiga bagian:

Bagian 1 - Pendahuluan dan Wawancara (4 - 5 menit)

Penguji akan mengajukan pertanyaan tentang diri kamu, serta pertanyaan umum tentang topik yang umum seperti rumah, keluarga, pekerjaan, studi, dan minat kamu.

Bagian 2 - Long Turn (3 - 4 menit, termasuk waktu persiapan)

Penguji akan memberi kartu tugas yang meminta untuk mendiskusikan topik tertentu. Kamu memiliki waktu satu menit untuk mempersiapkan dan hingga dua menit untuk berbicara. Penguji kemudian akan menanyakan satu atau dua pertanyaan lanjutan. Topiknya bersifat umum dan akan meminta kamu untuk menceritakan sebuah cerita tentang diri kamu atau suatu waktu dalam hidup kamu.

Bagian 3 - Diskusi (4 - 5 menit)

Penguji akan menanyakan pertanyaan lebih lanjut tentang topik dari Bagian 2. Ini adalah kesempatan kamu untuk mengembangkan pemikiran dan memperkenalkan lebih banyak ide abstrak ke dalam percakapan.

Karena terstruktur seperti wawancara, tes Speaking adalah latihan yang membuat stres bagi banyak peserta tes. Untungnya, ada beberapa langkah mudah yang dapat dilakukan untuk tidak hanya mengurangi stres, tetapi juga mencapai skor tinggi. Ikuti 10 tips di bawah ini dan kamu akan menjadi yang terbaik dalam tes IELTS Speaking!

 

10. Pilih teman belajar yang baik

Saat mengambil tes IELTS Speaking, kemungkinan besar penguji akan memiliki pemahaman yang lebih kuat tentang bahasa Inggris daripada kamu. Untuk alasan ini, merupakan ide bagus untuk berlatih dengan seseorang yang juga berbicara bahasa Inggris di level yang lebih tinggi. Ini akan memungkinkan untuk mengembangkan kemampuan berbicara kamu.

Pastikan tidak berpasangan dengan seseorang yang kemampuan bahasa Inggrisnya jauh lebih tinggi daripada kemampuan kamu sendiri, karena cara ini dapat membuat kamu berkecil hati dan meragukan kemampuan kamu.

 

9. Bicaralah lebih banyak daripada penguji

Meskipun IELTS membingkai tes berbicara sebagai percakapan antara kamu dan penguji, sebenarnya tidak demikian. Cara yang lebih baik untuk memikirkannya adalah bahwa kamu adalah subjek wawancara. Penguji ada di sana untuk bertanya dan mendengarkan dengan saksama jawaban kamu.

Jadi, bagaimana kamu memastikan bahwa kamu berbicara lebih banyak daripada penguji?

 

8. Teliti!

Jangan menanggapi pertanyaan dengan satu kalimat pendek. Kembangkan jawaban. Gunakan struktur tata bahasa yang kompleks untuk menjaga pikiran tetap mengalir, seperti:

  • Klausa bersyarat: Biasanya dimulai dengan jika atau kecuali: "Jika kita tidak pergi sekarang, kita akan terlambat”.
  • Klausa waktu: Berbicara tentang masa depan: "Saya akan pulang setelah selesai bekerja”.
  • Kata kerja modal: Kata kerja bantu yang menyatakan kebutuhan atau kemungkinan: "Anda dapat meminjam mobil saya".
  • Kemampuan berbicara: Tenses, word-order, dan pronoun mungkin berbeda dari kalimat aslinya: “Dia bilang dia suka es krim”.

Pada akhirnya, lebih baik menggunakan tata bahasa kompleks dengan beberapa kesalahan daripada kalimat pendek dan sederhana.

 

7. Anggap saja seperti menceritakan sebuah cerita

Bayangkan ini: kamu mengikuti tes IELTS Speaking dan ditanyai pertanyaan: "Olahraga apa yang kamu suka mainkan?" Masalahnya adalah, kamu tidak berolahraga! Bagaimana kamu bisa berbicara tentang sesuatu yang tidak dialami?

Meskipun akan menjadi menarik jika jawaban dari pengalaman kamu sendiri, tidak ada aturan yang mengatakan bahwa harus mengatakan yang sebenarnya. Kamu hanya diminta untuk menceritakan sebuah cerita dengan bahasa. Buat sesuatu yang menarik, gunakan kosakata dan tata bahasa dengan teliti untuk melakukannya.

 

6. Pengetahuan kamu tidak sedang diuji

Salah satu hal tersulit dalam tes IELTS Speaking adalah kamu tidak akan mengetahui topiknya. Meskipun benar, kamu dapat mempersiapkan topik umum, kamu tidak akan mengetahui pertanyaan persisnya sampai mendengarnya langsung dari penguji.

Ada kemungkinan kamu akan diberi pertanyaan tentang topik yang sedikit atau tidak diketahui sama sekali. Meskipun ini bukan posisi yang menyenangkan, kabar baiknya adalah apa yang kamu ketahui tentang topik tertentu tidak terlalu berpengaruh dalam Speaking IELTS.

Penguji lebih tertarik pada bagaimana kamu menjawab pertanyaan daripada apa yang kamu ketahui. Mengapa? Karena ini menunjukkan bahwa kamu banyak akal dan masih dapat mengembangkan jawaban meskipun kurang memahami topiknya.

 

5. Jangan takut menggunakan bahasa "puitis"

Poin ini dibangun dari poin sebelumnya tentang pentingnya cara berbicara selama tes. Meskipun kamu mengetahui segala hal yang perlu diketahui tentang suatu topik, kamu tidak akan mencapai skor tinggi jika hanya menggunakan bahasa sederhana dalam jawaban kamu. Sebaliknya, jangan takut untuk puitis dan penuh hiasan dengan kosakata kamu. Apa artinya ini? Nah, cara lain untuk melihatnya adalah dengan menggunakan kata benda abstrak di atas kata benda konkret:

  • Kata benda konkret: Kata benda yang dapat diidentifikasi melalui salah satu dari lima indera (rasa, sentuhan, penglihatan, pendengaran, atau penciuman). Dengan kata lain, ini adalah hal-hal nyata dan kemungkinan besar adalah kata-kata umum (mobil, kebisingan, buku).
  • Kata benda abstrak: Kata benda yang tidak dapat dirasakan menggunakan salah satu dari panca indera. Ini adalah kata-kata yang tidak umum digunakan untuk menjelaskan konsep abstrak (motivasi, keberanian, kebebasan, kemurahan hati).

Pada dasarnya, semakin banyak kata benda dan ide abstrak yang digunakan dalam jawaban kamu, semakin besar peluang untuk mendapatkan skor tinggi. Penguji ingin melihat kamu menggunakan kosakata tingkat lanjut, jadi gunakanlah!

 

4. Luangkan waktu untuk mengumpulkan pikiran

Sama seperti dalam wawancara kerja, tidak apa-apa meluangkan waktu untuk memikirkan pertanyaan sebelum memberikan tanggapan. Ini dapat membantu kamu untuk tidak bertele-tele. Jika kamu khawatir akan keheningan yang canggung, kamu selalu dapat memberi tahu penguji bahwa kamu perlu waktu untuk menenangkan pikiran.

Berikut beberapa contoh frasa yang dapat digunakan:

  • “Sejujurnya, ini bukanlah topik yang biasanya saya bicarakan. Izinkan saya mengambil waktu sejenak untuk mempertimbangkan pertanyaan Anda.”
  • “Maafkan saya, tapi saya hanya merasa sedikit gugup hari ini. Bisakah Anda memberi saya waktu untuk menenangkan pikiran saya?”
  • “Maaf, saya tidak begitu mengerti. Bisakah Anda mengulangi pertanyaannya?”

Untuk memperjelas frasa terakhir, kamu dapat meminta penguji untuk mengulangi pertanyaan jika tidak sepenuhnya memahaminya atau hanya ingin mengulur waktu. Namun, pastikan kamu tidak melakukan ini untuk setiap pertanyaan atau mungkin penguji mengira kamu tidak memahami apa yang mereka katakan.

 

3. Bersikaplah emosional

Meskipun kami tidak menyarankan untuk menjawab pertanyaan penguji dengan air mata mengalir di wajah kamu sepanjang waktu, kamu harus berbicara dengan sedikit emosi dalam suara kamu. Berbicara dengan nada monoton hanya akan membuat kamu terlihat tidak berpengalaman dan dapat merusak skor.

Sebaliknya, pikirkan bagaimana kamu akan mengekspresikan diri jikamenjawab dalam bahasa asli kamu dan menerapkan perasaan yang sama ke dalam berbicara bahasa Inggris kamu.

 

2. Percaya diri

Tes Speaking bisa dibilang merupakan komponen IELTS yang paling menegangkan. Kecuali kamu memiliki keinginan kuat, kemungkinan besar kamu akan merasa gugup sebelum dan selama ujian. Ini benar-benar normal dan tidak ada yang memalukan. Namun, meski kamu merasa cemas, penting untuk menunjukkan sikap percaya diri.

Kesan pertama yang kuat dapat sangat membantu dalam membangun hubungan dengan penguji, jadi pastikan berpakaian rapi dan terlihat bersih dan rapi. Sapa penguji dengan senyuman dan jabat tangannya dengan tegas. Dan jika kamu tidak sengaja mengatakan "Selamat pagi" dan bukan "Selamat siang," jangan khawatir - penguji IELTS akan mengabaikan kesalahan sederhana karena gugup.

 

1. Terapkan kecepatan yang baik

Kita cenderung mengasosiasikan kecepatan dengan keterampilan ketika berbicara suatu bahasa. Semakin lancar, semakin cepat dapat berbicara, bukan? Meskipun ada beberapa kebenaran tentang hal ini, yang terbaik adalah tidak terjebak dalam perangkap kecepatan selama tes speaking IELTS.

Jika berbicara terlalu cepat, kamu mungkin akan dianggap tidak koheren. Atau, berbicara terlalu lambat dapat menyebabkan pikiran instruktur kamu melantur dan kehilangan minat pada apa yang dikatakan.

Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah menjaga kecepatan yang stabil dan konsisten. Ini akan membantu memastikan bahwa kamu koheren dan meninggalkan kesan yang baik secara keseluruhan dengan penguji.

 

Kami berharap tips ini bermanfaat dan semoga Anda beruntung dalam tes IELTS Speaking!

0 comments

  • There are no comments yet. Be the first one to post a comment on this article!

Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published