Memilih Kampus di Luar Negeri


Saya masih ingat rasanya bimbang memilih Universitas dan Kampus di luar negeri ketika umur saya masih 17 tahun, sekitar 10 tahun yang lalu. Ada ribuan universitas di puluhan negara yang saya pertimbangkan waktu itu.

Tujuan saya menulis blog ini adalah untuk membantu teman-teman yang punya perasaan bimbang yang sama dengan saya ketika itu. Dibawah ini adalah kriteria yang harus dipertimbangkan sebelum memilih Universitas di Luar Negeri :

 

Return on Investment

Return on Investment adalah salah satu rasio paling penting untuk dipertimbangkan. Formulanya adalah return dibagi dengan cost. Semakin tinggi rasionya artinya semakin bagus. Return dalam hal ini adalah berapa sih penghasilan yang kamu bisa dapat setelah lulus? Dan cost adalah berapa ongkos kuliah kamu?  Banyak universitas di luar negeri, apalagi Amerika, yang lulusan internasional-nya sangat sulit untuk mencari kerja dikarenakan izin kerja-nya sulit. Sementara contoh lainnya Kanada, semua murid internasional, asalkan bekerja keras dan tidak milih milih kerjanya, hampir semuanya mendapatkan kerja dengan gaji rata rata $45,000 per tahun setelah lulus.

 

Lokasi

Salah satu faktor lain adalah lokasi. Apa tujuan karir kamu? Jika kamu ingin kerja di dunia teknologi, pastikan kamu kerja di lokasi yang dekat dengan banyak perusahaan teknologi seperti Toronto. Beda halnya jika kamu ingin kerja di perminyakan yang mungkin lokasi paling bagusnya di Alberta karena banyak oilfield disana. Dan satu hal yang suka dilupakan adalah seberapa dekat lokasi kampus kamu dengan pusat kota. Akan jauh lebih mudah untuk mengurus networking ataupun interview  jika kampus kamu tepat di pusat kota, apalagi jika kamu tidak punya kendaraan. George Brown College, sebagai contohnya berlokasi tepat di pusat kota yang sangat memudahkan untuk mahasiswa untuk networking  atau interview ataupun kerja part time.

Izin Kerja

Salah satu hal menarik di Kanada (dan kenapa saya pilih Kanada) adalah kemudahan izin kerja dan akses untuk menjadi Permanent Residence. Kalau di Kanada, sebagai contohnya untuk program yang qualified, kamu akan mendapatkan izin kerja sepanjang masa kuliah kamu (maksimum 3 tahun). Jadi jika kamu kuliah sepanjang 1 tahun, kamu akan dapat izin kerja selama satu tahun, dan jika kamu kuliah sepanjang dua tahun, kamu akan mendapatkan izin kerja 3 tahun. Di Kanada, secara umum, jika kamu sudah kerja sepanjang 1 tahun, akan bisa apply permanent residency. Hanya saja pastikan pekerjaan kamu adalah pekerjaan yang skilled. Sebagai contohnya di bidang chef, culinary, technologist, atau accounting.

Program Co-Op/Internship/Magang

Salah satu lain yang patut dipertimbakan adalah, apakah program kamu punya program co-op? apakah co-op guaranteed untuk semua studentnya? Co-op atau dalam Bahasa Indonesia adalah program magang bergaji yang diurus oleh kampus kampus tertentu. Pastikan program kampus kamu punya akses untuk membantu kamu mendapatkan magang sebelum kuliah kamu selesai. Ini akan membantu kamu untuk mencari kerja setelah lulus.

Salak Ed bisa membantu kamu untuk memilih kuliah dan program yang memastikan pilihan kamu memenuhi kriteria diatas. Hubungi kami di info@kuliahkanada.com untuk konsultasi gratis.

0 comments

  • There are no comments yet. Be the first one to post a comment on this article!

Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published